oleh

10 Eks Bhakti Rimbawan Ikuti Pelatihan Dasar Pengendalian Karhutla

Katajari.com Pelatihan dasar pengendalian kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutla) untuk 10 eks bhakti rimbawan di Indonesia, berlangsung di Daerah Operasional (Daops) Manggala Agni Kalimantan VI, dibuka resmi pelaksanaannya Senin (10/1/2022).

Kegiatan itu sendiri dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KHLK) bersama International Tropical Timber Organization ( ITTO) atau Organisasi Kayu Tropis Internasional.

ITTO adalah organisasi antar pemerintah yang mempromosikan konservasi sumber daya hutan tropis dan pengelolaan, penggunaan, dan perdagangan berkelanjutan mereka.

ITTO) merupakan organisasi internasional bertujuan untuk menyediakan pasokan yang stabil dalam menanggapi deforestasi yang disebabkan oleh perluasan perdagangan kayu tropis.

Didirikan sebagai institusi untuk mengoperasikan Perjanjian Kayu Tropis Internasional (ITTA) pada 1986, dengan sekretariat di Yokohama Jepang.

Kepala Daops Manggala Agni Kalimantan VI Dody Ronald H kepada katajari.com mengatakan, pelatihan dasar pengendalian Karhutla selama tiga hari, sejak Senin (10/1/2022) hingga Rabu (12/1/2022).

Adapun peserta yang mengikuti berasal dari eks bhakti rimbawan antara lain asal Bangka Belitung (Babel), Sulawesi Barat (Sulbar), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Gorontalo.

Senam pagi di lingkungan Daops Manggala Agni Kalimantan VI. (Foto: Daops Manggala Agni Kalimantan VI)

“Secara keseluruhan ada 35 orang, terbagi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara 15 orang, Kalimantan Barat 10 orang, Kalimantan Selatan 10 orang terdiri 5 putera dan 5 putri,” papar Dody, Selasa (11/1/2022) siang.

Kegiatan pelatihan dasar pengendalian Karhutla mencakup peningkatan kemampuan dan kapasitasnya sebagai Manggala Agni.

“Mereka harus bisa berinovasi membenahi diri, peningkatan kapasitas eks bhakti rimbawan sebagai anggota baru Manggala Agni membantu pemerintah daerah,” katanya.

Pengenalan peralatan pemadam kebakaran. (Foto: Daops Manggala Agni Kalimantan VI)

Materi pelatihan dasar disampaikan berupa materi dasar karhutla, meliputi peraturan perundangan bidang pengendalian Karhutla, dasar-dasar Karhutla, metode pemadaman dan P3K.

Sedangkan pelaksanaan praktek peserta langsung diperkenalkan formasi regu, gelar gulung selang, peralatan pemadaman dan simulasi pemadaman.

Bahkan, kegiatan rutin lainnya seperti lari pagi, senam selang setiap hari, setelah itu melakukan apel pagi dan apel malam.

“Umumnya semua peserta sangat antusias mengikuti materi dan praktek di lapangan. Kami juga mengajarkan pengelolaan sampah dan biopori,” ungkap Dody, ditemui disela-sela kegiatan praktek terhadap peserta.

Komentar

Tinggalkan Balasan