oleh

Joget Bara Bere di MTQ di Mataraman Diprotes Rabithah Alawiyah

-Banjar-1.321 views

Katajari.com – Gelombang protes keberatan terhadap terjadinya insiden diputarnya lagu Bara Bere ditimpali iringan joget di ajang MTQ di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) nampaknya belum juga mereda.

Protes ini datang dari Rabithah Alawiyah Cabang Martapura Banjarbaru, menyampaikan surat pernyataan sikap perihal acara hiburan panggung penutupan MTQ XLV tingkat Kabupaten Banjar 2022.

Melalui surat nomor 083/SET-RA-MB/VI/2022 perihal keberatan dan penolakan aksi panggung hiburan setelah acara penutupan MTQ.

Surat ditujukan kepada umat muslim di Kabupaten Banjar dan Panitia Acara MTQ XLV tingkat Kabupaten Banjar tahun 2022, ditembuskan kepada Dewan Pimpinan Pusat Rabithah Alawiyah Jakarta, Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Banjar, arsip.

Surat tertanggal 17 Juni 2022 ditandatangani Plt Ketua, Idrus bin Abdullah Alaydrus dan Sekretaris, Mohammad Ali bin Eidrus Bahasyim.

Isinya, sehubungan dengan adanya aksi paggung hiburan yang berlangsung setelah acara penutupan MTQ tingkat Kabupaten Banjar dengan menampilkan lagu/music bukan religi dan tidak relevan dengan MTQ tersebut, maka kami menyampaikan beberapa sikap dan himbauan terkait kejadian tersebut yaitu:

1. Kami yang tergabung dalam organisasi Rabithah Alawiyah Cabang Martapura Banjarbaru keberatan dan menolak serta menyesalkan hal tersebut terjadi karena sesungguhnya acara ini semestinya terhubung dengan kemuliaan kitab suci Al Qur’an

2. Menghimbau kepada seluruh umat muslim khususnya di Kab Banjar agar bisa menyikapi dengan hati hati dan tidak terpancing oleh provokasi yang tidak bertanggung jawab

3. Meminta klarifikasi dan pernyataan resmi Panitia Penyelenggara Acara MTQ tahun 2022 tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana MTQ XLV Kabupaten Banjar Agus Hidayat yang dikonfirmasi Selasa (20/6/2022) mengenai surat pernyataan dari Rabithah Alawiyah menyatakan belum menerima adanya surat tersebut.

“Insyaallah setelah menerima akan kami koordinasikan dengan pihak Rabithah dan bahwa kami sudah menyampaikan klarifikasi secara resmi,” kata Agus, yang tercatat pula sebagai Camat Mataraman Kabupaten Banjar Provinsi Kalsel.

Komentar

Tinggalkan Balasan