oleh

Kementerian Pertanian Uji Kompetensi Siswa Pertanian, Melalui Seminar Magang

Katajari.com Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian memaksimalkan pendidikan vokasi dengan uji kompetensi siswa pertanian.

Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.

Kementerian Pertanian melalui Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), selalu mengajak seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19.

Mentan menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian.

“Generasi milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan start-up pertanian,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan di tangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan.

Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0.

“Kalian semua adalah pendekar. Oleh karena itu, kalian itu harus bersiap-siap menjadi penggerak, motor, pelopor pembangunan pertanian di negara yang kita cintai ini,” katanya.

Maka SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya meningkatkan daya saing dan kompetensi siswanya untuk dapat bersaing di DUDI. Salah satunya dengan pemagangan bagi siswa.

SMK PP N Banjarbaru sendiri telah menyelesaikan kegiatan magang bagi 81 siswa kelas XII 2021/2022 di akhir November 2021, yang telah dilaksanakan kurang lebih 4 bulan.

Magang kali ini diikuti 81 siswa dari 3 Kompetensi Keahlian yang tersebar di 16 lokasi magang.

Proses pemagangan ini kemudian dilanjutkan dengan bimbingan pembuatan laporan magang dan kemudian dilanjutkan dengan ujian seminar magang. Proses ini merupakan cara untuk melihat seberapa besar pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan selama magang.

Ujian seminar magang bagi siswa SMK-PP N Banjarbaru di gelar secara bertahap, sesuai dengan selesainya bimbingan. Melalui info yang diberikan panitia seminar, kegiatan seminar magang kali ini dimulai sejak (30/11/2021) sampai (15/12/2021). Seminar magang ini diikuti 16 kelompok magang, terdiri dari 6 Kelompok dari APHP, 4 Kelompok dari ATP, dan 6 Kelompok dari ATPH.

Pada ujian seminar magang ini terdapat 5 komponen dasar penilaian, diantaranya: kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan, kemampuan siswa dalam penyampaian materi, keaktifan siswa dalam berdiskusi, media yang digunakan dan terakhir adalah kerjasama siswa.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri, Slamet Riadi, mengatakan tujuan dari seminar ini untuk mengkroscek penerapan ilmu atau pencapian ilmu saat anak-anak magang, supaya mereka tidak lepas dari kegiatan yang dihadapi di lapangan.

“Sehingga semua ini, baik dari magang maupun dari seminar ini membekali mereka ilmu ketrampilan atau ilmu pengetahuan yang benar-benar nyata,yang dihadapi sehingga nantinya bisa diaplikasikan saat dia bekerja di bidang pertanian,” tuturnya.(Tim ekpos smkppn Banjarbaru)

Komentar

Tinggalkan Balasan