Banjar  

Laporan Akhir Analisis Penurunan Stunting di Kabupaten Banjar

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menggelar kegiatan Laporan Akhir Analisis Kebijakan Percepatan Penurunan Angka Prepalensi Stunting, di Aula Bauntung lantai III Martapura, Jumat (8/9/2023) pagi. (Foto: Kominfo Kabupaten Banjar/Katajari.com)
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menggelar kegiatan Laporan Akhir Analisis Kebijakan Percepatan Penurunan Angka Prepalensi Stunting, di Aula Bauntung lantai III Martapura, Jumat (8/9/2023) pagi. (Foto: Kominfo Kabupaten Banjar/Katajari.com)

Katajari.com Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menggelar kegiatan Laporan Akhir Analisis Kebijakan Percepatan Penurunan Angka Prepalensi Stunting, di Aula Bauntung lantai III Martapura, Jumat (8/9/2023) pagi.

Sekretaris Bappedalitbang Kabupaten Banjar Hanafi mengatakan, dengan pertemuan ini akan mendapat gambaran secara utuh tentang prevalensi stunting di Kabupaten Banjar.

“Secara garis besar kita dapat mengangkat gambaran dilaporan ini bukan hanya pasca melahirkan tetapi juga gambaran pra nikah, nikah dan melahirkan,” ucap Hanafi.

Menurutnya, dengan meneliti lebih awal pasangan yang mau menikah akan mudah mengetahui apakah pasangan tersebut akan melahirkan status anak yang stunting atau tidak.

“Jadi bisa diteliti lebih awal sebelum nikah dan akan kita kupas secara tuntas hari ini dan peran aktif kita semua sangat diperlukan tim peneliti,” tambahnya.

Salah satu peneliti dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska) Banjarmasin Hj Mardiana menjelaskan, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kendala yang menjadi penghambat program percepatan penurunan stunting.

Menyusun strategi kebijakan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Van Meter dan Van Horn.

“Pendekatan yang mencoba untuk menghubungkan antara isu kebijakan dengan implementasi dan suatu model konseptual yang menghubungkan kebijakan dengan kinerja kebijakan,” jelasnya.

Ditambahkannya, variable Van Meter dan Van Horn terdiri dari 6 yaitu standar dan sasaran kebijakan/ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, disposisi/sikap para pelaksana, komunikasi antar organisasi terkait dan kegiatan-kegiatan pelaksanaan serta lingkungan sosial, ekonomi dan politik.

Adapun tim peneliti lainnya yang juga dari Uniska adalah Nurul Indah Qariati, Yati Nurhayati dan Zakky Zamrudi. (kjc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *