Pamerkan Aneka Alat Penangkap Ikan di Pameran Temporer IV

Banjarbaru1,048 Views

Katajari.com Sebagai upaya mengkomunikasikan koleksinya kepada masyarakat, Museum Lambung Mangkurat mengadakan Pameran Temporer IV.

Bertujuan untuk bisa memberikan informasi secara menarik dan mengedukasi publik.

Pameran “Peralatan Perikanan Tradisional Kalimantan Selatan” ini dibuka secara resmi pada tanggal 10 November 2022, bertempat di Ruang Temporer Museum.

Peralatan perikanan yang dipamerkan terdiri dari aneka alat pancing, jala dan perangkap.

Alat jenis pancing antara lain banjur, untung-untung dan bandan. Jenis jala antara lain lunta, halawit, dan ringgi. Jenis perangkap antara lain kuri’íng, lukah, tampirai.

Pameran Peralatan Perikanan Tradisional Kalimantan Selatan. (Foto: Museum Lambung Mangkurat)
Pameran Peralatan Perikanan Tradisional Kalimantan Selatan. (Foto: Museum Lambung Mangkurat)

Pameran Temporer IV ini dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Museum dan Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan UPTD Museum Lambung Mangkurat Tahun Anggaran 2022.

Adapun dasar pelaksanaannya adalah Surat Keputusan Kepala Museum Lambung Mangkurat Nomor 821/354-TU/MUSL:AM/2022 Tentang Penunjukkan Panitia Pelaksana Kegiatan Pameran Temporer IV (DAK) Museum Lambung Mangkurat Tahun Anggaran 2022.

Nanang Syaifuddin Zuhri, SS selaku ketua Pameran Temporer IV ini mengiformasikan bahwa pameran temporer dimaksudkan untuk memberi kesempatan tampil koleksi-koleksi yang tidak dipamerkan pada ruang pameran tetap.

“Sehingga koleksi-koleksi itu tidak hanya teronggok sebagai benda mati pada ruang penyimpanan, namun dapat dikomunikasikan kepada masyarakat,” paparnya.

Dengan demikian pameran ini memiliki beberapa manfaat, antara lain:

(1) masyarakat umum mengetahui bahwa Museum Lambung Mangkurat adalah tempat pelestarian, pendidikan non formal, dan penelitian;

(2) sebagai sarana publikasi tentang keragaman alat perikanan tradisional sungai dan laut khas Kalimantan Selatan; dan

(3) menumbuhkan kecintaan terhadap kearifan lokal, sehingga menggugah generasi sekarang untuk mempelajari serta melestarikan tradisi ramah lingkungan sehingga sumber daya alam tidak punah.

Dengan mencintai koleksi museum diharapkan mereka menjadi generasi pencinta museum.

Nanang menambahkan bahwa paus yang ditemukan terdampar pada tahun 1991 lalu di Desa Tanjung Kunyit Korabaru, kini kerangkanya sudah dipajang kembali sebagai bagian tata pamer Pameran Temporer IV ini. (slamdat_22)

Tinggalkan Balasan