Katajari.com — Wakil Gubernur (Wagub) Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman didampingi sang istri, drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, turun langsung meninjau warga terdampak banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar, Rabu (31/12/2025) sore.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik serta kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi.
Sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam memberikan perhatian serius terhadap kondisi warga yang terdampak.
Banjir ini diketahui telah melanda sejak Jumat, 26 Desember 2025, yang dipicu oleh tingginya intensitas hujan disertai meluapnya aliran sungai di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara, jumlah warga yang terdampak banjir mencapai lebih dari 1.000 jiwa. Ketinggian air di setiap wilayah pun bervariasi, mulai dari sebatas mata kaki, setinggi lutut, hingga mencapai pertengahan paha orang dewasa.
Didampingi jajaran Kepala SKPD lingkup Kalsel dan Baznas RI, peninjauan dimulai di kawasan Jl. Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, yang merupakan salah satu wilayah terdampak paling parah.
Kedatangan Wagub Hasnuryadi beserta rombongan di wilayah itu disambut hangat oleh Guru Daudi Al-Banjari, seorang ulama keturunan ke-7 dari Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan).
Di lokasi ini, Wagub tak segan menerobos genangan banjir dengan berjalan kaki untuk melihat secara langsung kondisi rumah warga yang masih tergenang, sekaligus menyapa dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Kubah Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Kalampayan Tengah, Kecamatan Astambul.
Meninjau dampak banjir pada kawasan religius yang juga menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga melakukan ziarah.
Selanjutnya, Wagub Hasnuryadi bersama rombongan bergerak ke lokasi ketiga, yaitu rumah H. Khairani di Pasayangan, Kecamatan Martapura, guna memantau kondisi warga dan memastikan distribusi bantuan berjalan lancar.
Sebagai bentuk respons cepat, pemerintah Provinsi Kalsel bersama sejumlah instansi menyalurkan berbagai jenis bantuan.
Di antaranya paket sembako dari Baznas dan BPBD, ratusan paket obat-obatan dari Dinas Kesehatan berupa obat panas, vitamin, salep kulit, obat diare hingga obat flu.
Selain itu, Dinas Sosial Kalsel juga menyalurkan bantuan peralatan mandi dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini mencakup kebutuhan bayi seperti handuk, popok, bedak, minyak telon, sabun, dan selimut bayi.
Juga disalurkan bantuan nutrisi berupa susu, makanan tambahan, mie instan, teh, kopi, gula, air mineral, serta kebutuhan sandang seperti pakaian dalam, daster, kaos, hingga sarung wanita.
Total bantuan yang disalurkan mencapai 719 item yang secara simbolis diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Kalsel, H. Hasnuryadi.
Usai peninjauan, di hadapan warga terdampak, Wagub menyampaikan salam hormat dan amanah dari Gubernur Kalsel, H. Muhidin, serta Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah.
Gubernur H. Muhidin, kata Wagub, telah membagi tugas kepada jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel untuk menyambangi berbagai titik terdampak banjir.
Wagub Hasnuryadi menyadari bantuan yang diberikan mungkin belum sepenuhnya memenuhi seluruh kebutuhan warga, namun pemerintah siap menindaklanjuti masukan masyarakat.
“Apa yang diperlukan oleh warga di sini akan kami susulkan secepatnya. Kami memohon arahan dari beliau (Guru Daudi), mudah-mudahan kami bisa merespons secara cepat dan tanggap agar warga di sini bisa terbantu,” ujar H. Hasnuryadi.
Wagub juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, para alim ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Banua agar penanganan banjir berjalan optimal sekaligus meminimalkan risiko bencana serupa ke depan.
Wagub Hasnuryadi turut menyampaikan pesan kesabaran dan kekuatan bagi warga terdampak.
“Kami berharap masyarakat di sini bersabar dan bisa cepat bangkit serta pulih kembali. Kami, Pemerintah Provinsi, selalu siap untuk bersama-sama dengan rakyat,” pungkasnya.
Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap kondisi masyarakat segera pulih dan aktivitas kembali normal. (adpim/kjc)
























