Paman Birin dan Istri Tampil Dengan Sasirangan Motif Daun Kakambangan

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor bersama Hj Raudatul Jannah ikut meramaikan pagelaran dan peragaan Istana Berbatik di halaman depan Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (1/10/2023) malam. (Foto: Adpim Setdaprov Kalsel/katajari.com)

Katajari.com Bangga dan terharu begitulah yang dirasakan Gusti Ida dari Dara Bungas Sasirangan, ketika mengetahui Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Sahbirin Noor beserta istri Hj. Raudatul Jannah mengenakan kain motif sasirangan hasil karyanya.

Sahbirin Noor atau Paman Birin bersama Raudatul Jannah ikut meramaikan pagelaran dan peragaan Istana Berbatik di halaman depan Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu (1/10/2023) malam.

Kepala Daerah Provinsi Kalsel dan Ketua TP PKK Kalsel nampak serasi dan anggun mengenakan pakaian bermotif sasirangan, yang merupakan kain tradisional khas Kalsel.

“Terimakasih yang tak terhingga kepada Gubernur Kalsel Bapak Haji Sahbirin Noor dan Ketua Tim Penggerak PKK Kalsel Ibu Hajjah Raudatul Jannah sudah percaya dan berkenan mengenakan kain sasirangan Dara Bungas Sasirangan,” cetus Gusti Ida.

Sasirangan sendiri telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain tradisional warisan budaya tak benda di Indonesia.

Sasirangan berasal dari kata sirang atau manyirang yang dalam bahasa banjar berarti menjelujur atau teknik menjahit menggunakan tangan. Motifnya dibuat dengan jahitan dengan teknik jelujur.

Motif kain sasirangan menggunakan bentuk jelujur atau garis-garis vertikal dari atas ke bawah yang memanjang.

Benda-benda alam di Kalimantan Selatan menjadi landasan gambar motif. Kain sasirangan terbagi menjadi tiga jenis motif utama, yaitu motif lajur, motif ceplok, dan motif variasi.

Motif kain tradisional sasirangan di antaranya motif Kulat Karikit, Gigi Haruan, Hiris Pudak, Naga Belimbur, Ular Lidi, Bayam Raja.

Kemudian ada juga namanya Ombak Sinampur Karang, Bintang Bahambur, Tampuk Manggis, Hiris Gagatas, Kambang Sakaki, Daun Jeruju, Kambang Kacang, Kangkung Kaombakan, dan Turun Dayang.

Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor beserta istri Hj. Raudatul Jannah mengenakan kain sasirangan motif Daun Kakambangan. (Foto: Adpim Setdaprov Kalsel/katajari.com)

Lantas, apa motif kain Sasirangan yang dipakai Gubernur Kalsel dan istri?

Gusti Ida yang dikonfirmasi menerangkan, motif kain sasirangan dikenakan adalah motif Daun Kakambangan.

“Kain sasirangan motif daun kakambangan cople,” ungkapnya.

Ciri khas kain sasirangan kebanggaan Banua sangat terlihat dari motif pakaian yang dipakai Paman Birin dan istri.

Di dalam berbagai kesempatan kegiatan di tingkal lokal, nasional hingga internasional, Paman Birin dan istri selalu tampil menggunakan kain sasirangan.

Terlebih lagi, sekarang banyak Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) lokal Banua yang mengembangkan kain sasirangan sebagai produk unggulan dan memilii potensi besar di pasar nasional bahkan internasional.

Pada acara Istana Berbatik yang dipandu Raffi Ahmad dan Astrid Tiar tersebut, terlebih dahulu ada penampilan hiburan StandUp Comedy dari Cak Lontong dan Akbar.

Dilanjutkan sambutan dari ketua panitia yang juga merupakan Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo.

Dalam sambutannya, Angela mengatakan, setidaknya ada 504 orang peraga istimewa termasuk para perwakilan kerajaan, pimpinan lembaga, menteri, hingga perwakilan negara sahabat.

“Istana Berbatik ini, akan menampikan koleksi batik dari berbagai kerajaan, UMKM, dan karya perancang busana yang ada di Indonesia,” ucap anak dari Hary Tanoe tersebut.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan masyarakat Indonesia harus bersyukur, karena batik bukan hanya menjadi karya seni biasa. Namun sudah menjadi warisan budaya bukan benda dunia.

“Bangsa Indonesia patut bersyukur memiliki batik yang bukan hanya sebagai karya seni biasa tapi merupakan warisan budaya tak benda dunia. Dengan simbolisme, teknik dan budaya yang sangat melekat dengan Indonesia,” kata Jokowi.

Dengan adanya Istana Berbatik, Jokowi berharap masyarakat dapat menumbuhkan kebanggaan pada kekayaan seni dan budaya Indonesia.

“Oleh sebab itu, melalui Istana Berbatik malam ini yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober,” katanya.

Ia mengajak masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan kebanggaan pada kekayaan seni dan budaya Indonesia, serta aktif melestarikan dan mengembangkannya.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada malam hari ini Istana Berbatik secara resmi saya nyatakan dibuka,” tambahnya lagi. (kjc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *