oleh

Religi Expo ke-7 dan Mooncake Festival di Banjarmasin

Katajari.com Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin menggelar Religi Expo ke-7 dan Mooncake Festival 2022 selama 9 – 10 September di area Siring Jalan Sudirman atau Nol Kilometer Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Peresmian acara ditandai pukulan alat musik terbang (kendang kecil) oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Sulkan SH bersama Ketua PSMTI, Forum Pembauran Kebangsaan, dan pihak terlibat lainnya dalam acara.

Paman Birin, sapaan Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulisnya menyampaikan apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada para pemuka agama, budayawan, kelompok pemuda antaragama, dan seluruh organisasi yang mengerahkan pikiran dan tenaganya dalam merawat kerukunan umat beragama di Banua ini.

Disebutkan Paman Birin, bangsa ini lahir dan dibangun dengan begitu banyak keragaman.

Salah satu diantaranya adalah banyaknya keragaman yang dimiliki bangsa yakni suku bahasa, agama, kepercayaan, dan keragaman lainnya yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Indonesia.

“Keberagaman itu bukanlah suatu persoalan akan tetapi anugerah yang diberikan tuhan dan menjadi indah bila dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” ungkap Paman Birin.

Lebih lanjut, jelas Paman Birin, keberagaman suku bangsa maupun agama merupakan modal utama yang dapat menopang pembangunan nasional bagi penguatan ekonomi, politik, dan kesejahteraan masyarakat.

Namun di sisi lain perlu disadari ujar Paman Birin, keragaman suku bangsa maupun agama ini juga berpotensi dapat menjadi pintu masuk bagi sebagian kelompok-kelompok tertentu yang ingin menciptakan gesekan-gesekan sosial.

Maupun menimbulkan kegaduhan yang dapat mengancam persatuan keutuhan dan bahkan integrasi bangsa .

Tak itu saja, Paman Birin juga menyebut acara ini adalah ikhtiar bersama dalam merawat masyarakat yang majemuk, membangun cara pandang sikap dan mental dalam memahami apa itu perbedaan melalui sinergi dari seluruh masyarakat.

“Semoga suasana kehidupan masyarakat banua yang selama ini kita jalani akan bisa dipertahankan dan kita jaga untuk Kalsel Maju, Kalsel makmur, sejahtera, dan berkelanjutan” doa Paman Birin.

Kegiatan didukung Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel, Rumah Alam Sungai Andai, Mission 21, JAI, Bank Kalsel, PSMTI, PITI Kalsel, dan lainnya.

Direktur LK3, Abdani Salihin menyebutkan, kegiatan diikuti 45 stand UMKM, dipertontonkan juga ragam kesenian dan budaya, tarian tradisional, paduan suara,maulid habsy, band akuistik, madihin, paskibraka, lomba busana, dan sebagainya.

“Mari kita terus menggalakkan toleransi dan membangun kebersamaan,” ujar Abdani Shalihin saat menyampaikan laporan kegiatan kepada undangan. (Adpim Setdaprov Kalsel)

Komentar

Tinggalkan Balasan