oleh

Sarasehan dan Aktualisasi Warisan Seni Budaya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Katajari.com Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) H Aulia Oktafiandi membuka secara resmi Sarasehan dan Aktualisasi Warisan Seni Budaya dengan tema “Narasi yang Hilang Dibalik Umbayang Wayang,” bertempat di Pendopo HST, Kamis (27/1/2021)

Dalam sambutanya Bupati HST menyampaikan apresiasi kepada pihak penyelenggara, yaitu Pemkab HST, Badan Riset Inovasi Nasional, Dewan Kesenian HST dan Megalithicum Institute yang telah bekerja sama berpartisipasi aktif mempersiapan sehingga perhelatan seni budaya pada hari ini dapat dilaksanakan.

Ditambahkannya penyelenggaraan sarasehan pada hari ini merupakan bentuk perhatian serius Pemerintah Daerah akan pelestarian budaya sebagai perajut dan penyelaras kehidupan dalam masyarakat.

Hal ini selaras dengan misi pembangunan daerah jangka menengah Kab HST tahun 2021-2026 poin pertama yaitu : menjadikan hulu sungai tengah sebagai kabupaten yang menerapkan tata nilai kehidupan sosial dengan nilai-nilai spiritual dan kultural.

Kepada para peserta penikmat seni, khususnya para generasi muda, agar dapat berpartisipasi dan memberikan dukungannya, serta menarik manfaat dari acara ini.

“Saya berharap seminar bertajuk “narasi yang hilang di balik umbayang wayang” ini, dapat menjadi inspirasi, sumber edukasi bagi masyarakat untuk mampu mengambil nilai-nilai folosofi yang luhur, selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,”tandasnya

Sementara, Panitia Penyelenggara Muhammad Anhar menyampaikan bahwa Sarasehan dan Aktualisasi Warisan Seni Budaya dengan tema “narasi yang hilang dibalik umbayang wayang” dilaksanakan selama 1 hari yaitu hari Kamis 27 januari 2022 bertempat di Pendopo HST.

Kemudian di rangkaikan dengan sarasehan dan pameran seni rupa (lukisan, pahatan, dan anggrek meratus) mulai Jumat sampai Minggu 28 sampai 30 Januari 2022 bertempat di Gedung Balai Rakyat Murakata Barabai.

“Peserta dari perwakilan para seniman, budayawan dan sastrawan Tingkat Nasional, Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta Kabupaten tetangga se Banua 6,” kata Anhar.

Dengan Narasumber Nasional Seniman, Budayawan dan Akademisi, dari Borobudur Magelang, Sekretaris Umum Sekretatiat Wayang Nasional Indonesia (Sena Wangi), Balai Bahasa Kemendikbudristek RI, Pepadi Prov Kalsel, Akademisi ULM dan UMB Banjarmasin.

Acara dirangkai dengan penyerahan cinderamata oleh Bupati HST di Dampingi Pj Sekda HST kepada Dalang Pelestari Wayang Purwa Banjar dan Penatah Wayang Kulit dan Topeng, Penyerahan cinderamata Kalir/Layar wayang kepada enam Sanggar Wayang Purwa Banjar Kab HST.

Penyerahan lukisan Dalang Maestro kepada ahli waris yang dilukis oleh Aswinoor, penyerahan Lukisan Bupati HST yang diserahkan oleh Pelukis Aswinoor dan Junaidi kepada Bupati HST dan Penyerahan hasil penelitian dari Balai Bahasa Prov Kalsel berjudul Seni Pertunjukan Wayang Kulit yang diserahkan oleh Kepala Balai Bahasa Prov Kalsel kepada Bupati HST.

Turut hadir dalam kegiatan Wakil Bupati HST, Forkopimda HST, Kepala Balai Bahasa Prov Kalsel, Akademisi Unv Muhammadiyah Banjarmasin, Pj Sekda HST, Para Asisten, Para Staf Ahli.

Para Kepala Perangkat Daerah Lingkup Pemkab HST, Kepala Kantor Kemenag HST, Pimpinan Bank Kalsel Cabang Barabai, Para Tokoh Seniman, Budayawan dan Undangan lainnya. (Kominfohst)

Komentar

Tinggalkan Balasan