Dua Hari Tanam 1100 Bibit Aneka Ragam di Areal Forest City Pemprov Kalsel

Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan aksi rutin penanaman bibit bersama di areal Forest City , Jumat (21/6/2024) pagi di jalan masuk kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. (Foto: Dishut Kalsel/katajari.com)

Katajari.com Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan aksi rutin penanaman bibit bersama di areal Forest City , Jumat (21/6/2024) pagi di jalan masuk kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru.

Ini merupakan penanaman lanjutan yang sudah dilaksanakan sebelumnya pada Kamis (20/06/2024) di tempat sama.

Penanaman bersama  bertujuan membumikan Gerakan Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor sejak 2017 lalu.

Kamis (20/6/2024) tadi Dishut Kalsel melakukan penanaman bersama dengan total 600 bibit Pulai dan Meranti di areal tersebut, terhitung dengan hari ini Dishut Kalsel melaksanakan kegiatan penanaman dengan total 1.100 batang bibit Pulai, Meranti, dan bibit Belangiran di areal Forest City.

Selain bibit Pulai dan Meranti, di areal Forest City ini juga ditanami bibit Belangiran untuk memperkaya anekaragam tanaman di areal tersebut.

“Selain itu agar dapat menambah daya tarik masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitarnya dengan budaya menanam Revolusi Hijau,” sebut Kepaa Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra.

Penanaman bersama  bertujuan membumikan Gerakan Revolusi Hijau yang dicanangkan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor sejak 2017 lalu. (Foto: Dishut Kalsel/katajari.com)

Fathimatuzzahra menyampaikan bahwa 600 bibit Pulai dengan nama ilmiah Alstonia Scholaris dan bibit Meranti yang memiliki nama ilmiah Shorea ini sering digunakan untuk penghijauan.

“Karena daunnya rimbun dan melebar ke samping sehingga memberikan kesejukan pada lingkungan” kata Aya, sapaan Fathimatuzzahra.

Tak hanya itu, Kepala Dishut Kalsel juga menjelaskan bahwa aksi penanaman sekaligus pemeliharaan rutin ini juga merupakan upaya Dinas Kehutanan untuk menyukseskan program Revolusi Hijau Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

“Bertujuan untuk menggelorakan budaya menanam pada masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan menambah tutupan lahan di Kalimantan Selatan,” katanya. (dishut kalsel/kjc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *