oleh

Petani Sukses Bidang Hortikultura Berbagi Pengalaman

Katajari.com Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan sektor hortikultura sangat menjanjikan untuk peningkatan devisa, sekaligus kesejahteraan rakyat.

Menurutnya perlu keseriusan dan kerjasama semua pihak Selain itu, kemandirian petani perlu ditingkatkan. Perlu dihitung dari budidaya sampai dengan industri dan pasar.

“Ke depan harus ada daerah sentra-sentra komoditas, dengan ditanganinya hulu sampai hillir. Dengan cashflow dan perencanaan yg baik semuanya akan berjalan dengan baik dan menguntungkan bagi petani,” jelas SYL.

Hortikultura merupakan salah satu sub sektor pertanian yang potensial dan didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional serta meningkatkan devisa negara melalui ekspor. Untuk itu, Kementerian Pertanian mengajak petani milenial untuk menggarap sektor ini.

Lanjut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa generasi muda harus mampu melanjutkan pembangunan pertanian dengan sebaik-baiknya.

“Dalam masa Covid-19 ini, banyak peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha pertanian milenial khususnya di bidang produksi on-farm,” ujar Dedi Nursyamsi.

Untuk mengenalkan peluang pasar hortikultura dan meningkatkan peran generasi milenial pada sektor hotikultura, Kementerian Pertanian (Kementan) melaluu BPPSDMP menggelar Millenial Agriculture Forum (MAF) edisi ke-XVIII dengan mengangkat tema ‘Raup Cuan Dari Bisnis Hortikultura’ secara daring, Sabtu (4/12/2021).

Terdapat 2 narasumber yang berasal dari pengusaha sukses sektor hortikultura di Kalimantan Selatan yaitu Yuli Anjarwati (Owner Amanah Borneo Park, Kota Banjarbaru) dan Umar Dani (DIrektur CV.Kambat Jaya, Kabupaten Barito Kuala).

Diawali materi dari Yuli Anjarwati, menyampaikan tema “Mau Cuan, Yuk Bisnis Pertanian,” ungkap Yuli Anjarwati.

Dalam paparannya ia menjelaskan kiat sukses dalam mengelola usahanya dalam mengelola Taman Agrowisata yang pertama di Kota Banjarbaru.

Yuli Anjarwati menjelaskan dalam memulai bisnis yang pertama adalah produknya harus bagus agar bisa kontinu dalam pemasaran. Kedua, edukasi yaitu konten kreasi dengan produk kita, Ketiga, yaitu pengalaman dimana pertanian dibuat menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Lanjut Yuli Anjarwati menambahkan menjadi petani harus punya mental pebisnis, “Mental yang harus dimiliki diantaranya Rendah Hati, Anti Mati Gaya (Kreatif), Gagal tidak apa-apa tapi jangan menyerah, dan Scale Up yang merupakan keinginan menjadi lebih baik,” pungkasnya

Lanjut Umar Dani mengambil tema “Tantangan dan Peluang Bisnis Jeruk Pasca Banjir Di Kalimantan Selatan”. Umar Dani berpesan jadi petani itu perlu proses, perlu waktu, apabila gagal jangan putus asa, dan jangan cepat ganti Haluan atau produknya.

Selain itu Umar Dani mengajak generasi milenial terjun di sektor pertanian. Salah satunya adalah kebutuhan buah jeruk siam banjar di pasaran masih banyak dibutuhkan, dan juga bibit tanaman jeruk siam, saat ini kurang pasokannya karena permintaan yang banyak untuk wilayah Kalimantan.

Kedua narasumber tak hentinya memotivasi generasi muda untuk tetap semangat mengelola usaha di sektor pertanian khususnya hortikultura. Kedua pemateri pun siap apabila nanti ada petani yang akan melakukan kunjungan untuk belajar. (Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru)

Komentar

Tinggalkan Balasan