Lomba Story Telling di Museum Kebanggaan Warga Kalsel

Banjarbaru1,259 Views

Katajari.com Bercerita atau bakisah yang dilombakan di Museum Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), merupakan suatu cara untuk menanamkan nilai-nilai atau pemahaman positif kepada anak-anak melalui media tutur.

Pada masyarakat Banjar cerita tutur ini tidak hanya ditujukan untuk dikonsumsi oleh anak-anak, tetapi juga untuk kalangan dewasa.

Cerita tutur ini berbentuk syair yang umumnya ditulis berhuruf Arab Melayu (tanpa baris). Museum Lambung Mangkurat memiliki banyak koleksi syair, antara lain Brama Sadan, Carang Kulina, dan Kin Tambuan.

Guna mengaktualisasikan tradisi bakisah itulah Museum Lambung Mangkurat melaksanakan Lomba Storytelling tingkat Sekolah Dasar se-Kalimantan Selatan. Lomba diikuti oleh 19 sekolah dari Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin.

Dana kegiatan ini berasal dari Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bantuan Operasional Museum dan Taman Budaya Provinsi Kalimantan Selatan UPTD Museum Lambung Mangkurat Tahun Anggaran 2022.

Adapun dasar pelaksanaannya adalah Surat Keputusan Kepala Museum Lambung Mangkurat Tentang Penunjukkan Panitia Pelaksana Kegiatan Lomba Story Telling (DAK) Museum Lambung Mangkurat Tahun Anggaran 2022.

Pada lomba ini para peserta diperbolehkan menggunakan media penunjang sesuai isi cerita. Cerita yang disampaikan berupa fabel, mitos, legenda dan juga cerita kepahlawanan.

Adapun unsur yang dinilai adalah Penampilan (interaksi dengan penonton dan kesesuaian kostum), Pelafalan (suara, intonasi dan mimik), dan Penghayatan (ekspresi dan penguasaan cerita).

Berdasarkan kriteria tersebut ditentukan 3 orang juara, yaitu: Juara I peserta nomor 20 Muhammad Rahman dari SDN Paramasan Bawah 2 Kabupaten Banjar.

Juara II peserta nomor urut 12 Farah Latifa Andini dari SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin; dan peserta nomor urut 13 Raditya Arsya Zainuddin dari SDN Pulau Nyiur 2 Kabupaten Banjar.

Hadiah diberikan kepada Juara I berupa uang 6 juta Rupiah, tropi dan piagam; Juara II berupa uang 5 juta Rupiah, tropi dan piagam; dan Juara III berupa uang 4 juta Rupiah, tropi dan piagam.

Nanang Syaifuddin Zuhri, SS selaku ketua Lomba Storytelling mengiformasikan bahwa lomba ini dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai positif pada anak-anak sebagai generasi penerus.

“Agar menjadi generasi yang percaya diri yang melangkah dengan berpedoman pada nilai-nilai mulia para leluhur kita,” ungkapnya.

Dengan dilaksanakan lomba di museum, diharapkan mereka senang berada di museum yang kelak menimbulkan kecintaan untuk memanfaatkan museum sebagai media penunjang pembelajaran selain sebagai tempat rekreasi. (Slamdat_22)

Tinggalkan Balasan